Teladan di Jalan Dakwah

بسم الله الرحمن الرحيم

(11 Muharam 1435H/ Sabtu, 14 Desember 2013) Dakwah Islamiyah telah menyumbangkan keteladanan yang tiada bandingannya. Putra-putra Islam telah banyak berkorban di jalan ini sepanjang sejarah. Darah mereka menjadi api penyemangat bagi generasi-generasi yang datang sesudah mereka. Lihatlah contoh Hasan Al-Banna rohimakumulloh yang ditembak di jalan protokol terbesar di kota Kairo, yakni lapangan Ramses. Nyawanya dihabisi di kamar bedah rumah sakit. Tidak ada yang men-sholati beliau selain empat orang perempuan saja. Namun, darahnya menghidupkan generasi-generasi sesudahnya di bumi ini.

Presiden Gamal Abdul Nasser meninggal dunia pada 1970, dan wakilnya, Anwar Sadat, dilantik menggantikannya. Saat itulah dimulai sebuah era baru yang sering disebut sebagai era “Al-Infitah” (keterbukaan). Mesir memberikan ruang bernapas yang lebih lega kepada kelompok-kelompok Islam. Presiden Anwar Sadat berusaha membangun basis dukungan di kalangan rakyat untuk menghadapi musuh-musuh politiknya. Anwar Sadat membutuhkan kelompok yang memiliki basis dukungan kuat. Kelompok Islam terbesar waktu itu adalah Jamaah Al-Ikhwanul Muslimun. Mereka memiliki basis dukungan sangat besar di dalam negeri yang mayoritas muslim ini. Namun, kebanyakan anggota Al-Ikhwanul Muslimun dipenjarakan oleh Nasser, akhirnya Sadat pun membebaskan mereka.

Sejatinya dakwah tidak akan mencapai kemenangan jika tidak diiiringi dengan pengorbanan. Baik itu da’wah Ardliyah (dari manusia) atau da’wah Samawiyah (dari Alloh swt). Darah, tubuh, tulang belulang, nyawa para syuhada semua adalah api yang menyalakan peperangan, perang ideologi maupun perang pemikiran.

Sebagaimana firman Alloh swt dalam surat QS Al-Baqarah: 214;

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Jannah, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya pertolongan Alloh swt’. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Alloh swt itu amat dekat.”

ayat di atas memperingatkan bahwa tidak ada Jannah bagi orang-orang yang tidak mau berkorban dan berkontribusi untuk meninggikan Dinnul Islam, baik dengan harta dan nyawa.

Dalam ayat lain Alloh swt berfirman:

“Berangkatlah engkau baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Alloh swt. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika engkau mengetahui.” (QS at-Taubah: 41)

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Alloh dan janganlah kamu mencampakkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Alloh swt menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Baqarah: 195)

Lihatlah track record tentang tulisan Sayyid Quthub, yang membuatnya divonis mati pada 1966. Syahid Sayyid Quthub adalah salah seorang pemikir Islam Mesir terkemuka yang menjelang akhir hayatnya bergabung menjadi anggota Al-Ikhwanul Muslimin. Ia divonis dengan hukuman mati dengan cara digantung karena tulisan-tulisannya. Sayyid Quthub menginginkan penerapan Islam secara menyeluruh; konsep yang sangat bertentangan dengan gaya sekuler Gamal Abdul Nasser.

Ucapan Sayyid Quthb: “Sesungguhnya generasi pertama, mereka berlalu sebagai bahan bakar api dakwah dan sebagai bekal untuk menyampaikan kalimat dakwah yang tidak akan hidup kecuali dengan hati dan cucuran darah”

Hal tersebut mempengaruhi sikap Aiman Azh-Zhawahiri (orang nomer dua di Al-Qai’da) yang sangat terkesan dan terpengaruh oleh konsep pemikiran Sayyid Quthub mengenai realitas kehidupan manusia. Bagi Aiman, Sayyid Quthub adalah seorang dokter yang mampu mendiagnosis semua penyakit umat manusia secara rinci dan mendalam. Hal tersebut mendorongnya untuk mendirikan Jamaah Jihad.

Hal itu juga yang mempengaruhi Isham Al-Qamari (seorang tentang yang direkrut oleh Aiman Azh-Zhawahiri). Ia lulus dari Tsanawiyah umum dengan nilai rata-rata yang sangat tinggi. Bukannya berebut kuliah di universitas seperti pemuda Mesir lainnya, Isham malah ingin masuk ke Akademi Militer. Ia berkata kepada ayahnya bahwa ia ingin masuk ke Akademi Militer agar bisa membunuh Presiden Anwar Sadat dan melakukan kudeta.

Salah satu perkataan Isham Al-Qamari Ia bertekad untuk meniti karier militer dan menghindar dari menikah. Menurutnya, beristri itu akan menyusahkan bagi seorang pejuang, karena ia akan menjadi perangkat musuh untuk menekan. Ketika berencana kabur dari penjara—setelah ditangkap pada 1980-an—seorang teman berkata kepadanya, “Saya mau kabur bersamamu, katakan kepadaku kapan kamu akan kabur?” Isham menjawab, “Kalau kamu mau kabur bersamaku, ceraikan dulu istrimu ketika ia membesuk. Ini supaya mereka tidak memperalat istrimu untuk menekanmu….” Isham Al-Qamari— Semoga Allah merahmatinya—akhirnya meninggal dunia dalam keadaan tetap membujang.

Kewajiban setiap muslim selain berdakwah adalah berjihad dengan harta dan jiwanya, seorang muslim diperintahkan untuk berperang walaupun ia sendirian di medan perang, seorang mukmin harus mengobarkan semangat berperang di mana pun ia berada. Dua kewajiban ini saling berkaitan satu sama lain, karena jihad tegak melalui pengorbanan semangat, dorongan dan motivasi, juga melalui kerinduan dan ghirah. Sebagaimana yang tertulis dalam Kitabulloh;

“Dan berperanglah kamu di jalan Alloh swt, kamu tidak dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri. Kobarkanlah semangat orang-orang beriman (untuk berperang) Mudah-mudahan Alloh swt menolak serangan orang-orang kafir itu. Alloh swt sangat besar kekuatan dan sangat keras siksa-Nya.” (QS An-Nisa: 84)

ya ayyuhal ikhwah…

Jalan dakwah itu dikelilingi dengan “makarih” (hal-hal yang tidak disukai), penuh dengan bahaya; dipenjara; dibunuh; diusir; dan dibuang. Barang siapa ingin memegang teguh suatu prinsip atau penyampaikan dakwah, maka hendaklah sudah ada dalam perhitungannya.

Dan barangsiapa menginginkan dakwah tersebut hanyalah tamasya yang menyenangkan, kata-kata yang baik, pesta yang besar, dan khutbah yang terang dalam kalimat-kalimatnya, maka hendaklah ia menelaah kembali dokumen para rosul dan para dai yang menjadi pengikut mereka, sejak Din ini datang pertama kalinya sampai sekarang ini.

Untuk itu selain daripada dakwah, diperlukan Jihad Fi Sabilillah. Seperti yang ditaqwil dari semua fuqaha’ mendefinisikan bahwa Al-Jihad adalah memerangi orang-orang kafir dengan senjata sampai mereka taslim (memeluk agama Islam) atau membayar jizyah dengan rasa patuh sedang mereka dalam keadaan hina. Tidak ada lagi tempat untuk menakwilkan makna jihad dengan pengertian lain, seperti berjihad dengan pena, berperang melawan hawa nafsu, berjihad dengan media massa, berjihad dengan lisan, berjihad dengan dakwah, dan lainnya.

Jihad yang mengandung arti jihadun nafs, jihadul hawa, jihadul qalam, namun pengertian tersebut bukan merupakan pengertian syar’i, melaikan menurut pengertian bahasa (lughawy). Seseorang yang melakukan qiyamullail, perbuatan itu dinamakan jihadun nafs. Ketika melaksanakan puasa tathawwu (sunnah), dikatakan ia sedang berjihad melawan nafsunya. Tatkala ia menyampaikan kalimat Al-haq, itu pun dikatakan jihad (jihadul lisan) jihad dengan ucapan. Adapun kata “jihad” apabila disebut tanpa kata dibelakangnya seperti jihadun nafs atau jihad bilkalimah, maka arti yang paling mutlak adalah perang di jalan Alloh swt dengan senjata.

Makna tersebut diperkuat dengan sabda Nabi saw dalam HR Al-Bukhari dan Muslim:

“Perumpamaan orang yang berperang di jalan Alloh swt adalah seperti orang yang berpuasa, mengerjakan sholat dan berdiri (membaca) ayat-ayat Alloh swt; tidak berhenti dari puasa dan sholatnya sehingga seorang mujahid kembali (dari peperangan).”

الحمد لله ربّ العالمين‎

referensi :

Asy-Syaikh DR. Abdullah Azzam – Tarbiyah Jihadiyah

Dr. Hani As-Siba’i – Balada Jamaah Jihad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s